Tindakan pencegahan dalam penggunaan baterai lithium untuk lampu jalan tenaga surya.

Inti dari lampu jalan tenaga surya adalah baterai. Terdapat empat jenis baterai umum: baterai timbal-asam, baterai litium terner, baterai litium besi fosfat, dan baterai gel. Selain baterai timbal-asam dan gel yang umum digunakan, baterai litium juga sangat populer saat ini.baterai lampu jalan tenaga surya.

Tindakan Pencegahan dalam Penggunaan Baterai Lithium untuk Lampu Jalan Tenaga Surya

1. Baterai lithium harus disimpan di lingkungan yang bersih, kering, dan berventilasi baik dengan suhu sekitar -5°C hingga 35°C dan kelembapan relatif tidak lebih dari 75%. Hindari kontak dengan zat korosif dan jauhkan dari sumber api dan panas. Pertahankan daya baterai sebesar 30% hingga 50% dari kapasitas nominalnya. Dianjurkan untuk mengisi daya baterai yang disimpan setiap enam bulan.

2. Jangan menyimpan baterai lithium dalam keadaan terisi penuh untuk jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, yang dapat memengaruhi kinerja pengosongan. Tegangan penyimpanan optimal adalah sekitar 3,8V per baterai. Isi daya baterai hingga penuh sebelum digunakan untuk mencegah pembengkakan secara efektif.

3. Baterai lithium berbeda dari baterai nikel-kadmium dan nikel-metal hidrida karena menunjukkan karakteristik penuaan yang signifikan. Setelah periode penyimpanan, bahkan tanpa daur ulang, sebagian kapasitasnya akan hilang secara permanen. Baterai lithium harus diisi penuh sebelum disimpan untuk meminimalkan kehilangan kapasitas. Laju penuaan juga bervariasi pada suhu dan tingkat daya yang berbeda.

4. Karena karakteristik baterai lithium, baterai ini mendukung pengisian dan pengosongan arus tinggi. Baterai lithium yang terisi penuh tidak boleh disimpan lebih dari 72 jam. Disarankan agar pengguna mengisi penuh baterai sehari sebelum bersiap untuk beroperasi.

5. Baterai yang tidak terpakai harus disimpan dalam kemasan aslinya, jauhkan dari benda logam. Jika kemasannya sudah dibuka, jangan mencampur baterai. Baterai yang sudah dibuka kemasannya dapat dengan mudah bersentuhan dengan benda logam, menyebabkan korsleting, kebocoran, pengosongan daya, ledakan, kebakaran, dan cedera. Salah satu cara untuk mencegah hal ini adalah dengan menyimpan baterai dalam kemasan aslinya.

Lampu jalan tenaga surya dengan baterai lithium.

Metode Perawatan Baterai Lithium Lampu Jalan Tenaga Surya

1. Inspeksi: Amati permukaan baterai lithium lampu jalan tenaga surya untuk kebersihan dan tanda-tanda korosi atau kebocoran. Jika cangkang luar sangat kotor, bersihkan dengan kain lembap.

2. Observasi: Periksa baterai lithium untuk melihat tanda-tanda penyok atau pembengkakan.

3. Pengencangan: Kencangkan sekrup penghubung antar sel baterai setidaknya sekali setiap enam bulan untuk mencegah kelonggaran, yang dapat menyebabkan kontak yang buruk dan kerusakan lainnya. Saat merawat atau mengganti baterai lithium, alat (seperti kunci inggris) harus diisolasi untuk mencegah korsleting.

4. Pengisian Daya: Baterai lithium lampu jalan tenaga surya harus segera diisi daya setelah habis. Jika hujan terus menerus mengakibatkan pengisian daya tidak mencukupi, pasokan listrik dari pembangkit listrik harus dihentikan atau dipersingkat untuk mencegah pengosongan daya berlebih.

5. Isolasi: Pastikan kompartemen baterai lithium terisolasi dengan baik selama musim dingin.

Sebagaipasar lampu jalan tenaga suryaJika industri baterai lithium terus berkembang, hal ini akan secara efektif merangsang antusiasme para produsen baterai lithium untuk pengembangan baterai. Penelitian dan pengembangan teknologi material baterai lithium dan produksinya akan terus maju. Oleh karena itu, dengan kemajuan teknologi baterai yang berkelanjutan, baterai lithium akan menjadi semakin aman, danlampu jalan energi baruakan menjadi semakin canggih.


Waktu posting: 21 Oktober 2025